Minggu, 08 Mei 2016

Tips Membuat Jadwal Harian

Belajar untuk menyeimbangkan beragam kewajiban dalam hidup Anda bisa menjadi sesuatu yang menantang. Pekerjaan, sekolah, dan pekerjaan rumah sehari-hari bisa menumpuk, sementara teman-teman atau keluarga juga meminta bantuan Anda. Menghabiskan waktu untuk merawat diri juga merupakan suatu hal yang tak kalah pentingnya. Jika Anda mempunyai jadwal harian, segala kewajiban ini akan tampak lebih mudah untuk dikerjakan. Dengan merancang sebuah jadwal, Anda bisa menyeimbangkan tujuan jangka pendek dan jangka panjang, sekaligus membantu Anda mengutamakan hal-hal yang penting dalam hidup Anda.  

Tips Pertama: Merancang Jadwal Harian

1. Cari tahu cara Anda biasanya menghabiskan waktu. 

Sebelum Anda mencari cara untuk mengoptimalkan waktu, perhatikanlah baik-baik cara Anda biasanya mengerjakan pekerjaan sehari-hari. Jika Anda harus pergi sekolah atau bekerja, jadwal harian Anda sedikit banyak telah ditentukan oleh kegiatan ini. Sekalipun Anda bisa lebih bebas menentukan kegiatan di waktu luang. 
  • Luangkan waktu beberapa hari untuk meneliti cara Anda menghabiskan waktu. Tuliskanlah apa saja yang Anda kerjakan setiap hari. Perhatikan baik-baik cara Anda menghabiskan waktu luang. Apakah Anda main gim video atau membersihkan rumah? Buatlah daftar yang berisi kegiatan-kegiatan ini serta waktu yang Anda habiskan untuk mengerjakannya.

2. Perkirakan waktu yang Anda butuhkan untuk sampai ke sekolah, kantor, atau saat menyelesaikan urusan lainnya. 

Kemungkinan, Anda menghabiskan cukup banyak waktu dalam perjalanan berangkat ke sekolah, kantor, atau saat menyelesaikan urusan lainnya, serta untuk kembali lagi ke rumah. Waktu ini perlu diketahui untuk dapat menyusun jadwal harian Anda dan menyelesaikan tugas-tugas yang penting. Perhatikanlah berapa banyak waktu yang diperlukan selama perjalanan Anda biasanya, dan alokasikan waktu dari jadwal harian Anda untuk perjalanan Anda dari satu tempat ke tempat lainnya. 
  • Sesuaikan jadwal harian Anda berdasarkan pada waktu perjalanan ini.

3. Tentukan waktu biasanya Anda paling produktif. 

Saat merancang jadwal harian, pertimbangkanlah penataan beragam pekerjaan Anda di dalamnya. Mengubah penataan pekerjaan di dalam jadwal mungkin diperlukan untuk memaksimalkan produktivitas Anda. Sebagai contoh, tentukanlah waktu yang paling produktif untuk Anda bekerja. Tentukan pula waktu di saat perhatian Anda mudah teralihkan oleh panggilan telepon dan surel yang masuk. Anda mungkin akan menyadari bahwa produktivitas kerja Anda paling baik di pagi hari, sementara di siang hari Anda mulai harus menjawab banyak panggilan telepon. 

4. Perhatikan pengaruh kebiasaan Anda terhadap kehidupan sehari-hari. 

Mengikuti jadwal harian sangat ditentukan oleh pengaruh kebiasaan Anda terhadap kehidupan sehari-hari. Terkadang kebiasaan yang Anda miliki sangat buruk sehingga menghambat Anda untuk menikmati waktu atau mencapai tujuan Anda. Di sisi lain, kebiasaan tertentu mungkin saja diperlukan agar Anda dapat mengikuti jadwal harian. Saat Anda masih mencoba untuk menjadwalkan waktu, pertimbangkanlah peran kebiasaan Anda terhadap kehidupan sehari-hari.
  • Misalnya, Anda mungkin menyadari sering kali kelelahan setelah melakukan kegiatan yang Anda sukai. Setelah itu, Anda tidak mempunyai dorongan atau tenaga untuk melakukan hal lainnya, seperti mengerjakan sesuatu untuk tujuan jangka panjang Anda. Di sisi lain, Anda juga mungkin menghabiskan terlalu banyak waktu untuk memenuhi kewajiban sosial, sehingga tidak sempat untuk merawat diri. Kedua kebiasaan ini bisa sama berbahayanya bagi kebahagiaan pribadi Anda. Sehingga Anda perlu mengetahui pengaruh kebiasaan ini terhadap kehidupan Anda.
  • Saat Anda mulai menyadari kebiasaan mana yang menghambat Anda mencapai tujuan atau mendapatkan hal yang Anda inginkan, carilah cara untuk mengubahnya sehingga Anda bisa memanfaatkan waktu dengan lebih baik. Caranya mungkin cukup sederhana, seperti membatasi waktu dalam kegiatan tertentu, seperti saat bermain gim video. Misalnya, Anda baru akan meluangkan waktu untuk bermain gim video setelah menyelesaikan pekerjaan penting untuk tujuan jangka panjang. Atau mungkin Anda bisa saja menolak permintaan orang lain sehingga mempunyai waktu luang untuk merawat diri.

5. Kurangi waktu yang terbuang. 

Mungkin ada banyak waktu dalam keseharian Anda yang tidak bermanfaat. Banyak di antaranya yang tidak dapat dihindari, seperti kemacetan yang Anda hadapi saat menuju bank di waktu makan siang. Perhatikanlah jadwal Anda, dan carilah waktu yang belum dimanfaatkan sebaik mungkin. Pikirkan cara untuk menata ulang jadwal Anda untuk mengurangi kegiatan yang menyebabkan waktu terbuang percuma seperti ini. 
  • Jika Anda tidak bisa menata ulang kegiatan Anda, pertimbangkanlah untuk melakukan beberapa hal sekaligus. Anda bisa beristirahat sebentar dalam perjalanan menuju kantor dengan bus umum. Kemudian Anda mungkin bisa minum kopi sambil membaca novel.

6. Rencanakan kegiatan siang hari Anda malam sebelumnya. 

Merencanakan kegiatan Anda sehari sebelumnya adalah pilihan yang terbaik. Jika Anda belum pernah membuat jadwal sebelumnya, Anda mungkin membutuhkan waktu hingga terbiasa menata semuanya. Jangan paksakan diri untuk membuat jadwal yang sempurna pada hari pertama, atau bahkan dalam satu minggu pertama mencoba. 
  • Buatlah rancangan kasar jadwal kegiatan hari esok dengan mencantumkan semua pekerjaan yang Anda coba selesaikan serta waktu yang Anda alokasikan untuk masing-masing pekerjaan. Berikan sedikit kelonggaran sementara Anda menyesuaikan diri dengan penjadwalan waktu seperti ini.

Tips kedua: Menyeimbangkan Kewajiban Jangka Pendek dengan Jangka Panjang


1. Masukkan tujuan jangka panjang Anda ke dalam kegiatan sehari-hari. 

Walaupun Anda mungkin sudah mengetahui dengan jelas apa yang ingin Anda kerjakan setiap harinya, hal ini sebenarnya merupakan langkah yang paling sulit sekaligus paling penting saat belajar untuk mengikuti jadwal harian. Menentukan tujuan Anda dan cara mencapainya tidak selalu mudah. Pada saat yang sama, apa yang ingin Anda lakukan saat itu mungkin tidak mendukung tujuan jangka panjang Anda. Menyeimbangkan keduanya sebisa mungkin adalah pilihan yang terbaik, ketimbang memfokuskan diri hanya pada salah satunya.
  • Tentukan tujuan jangka panjang Anda. Apakah Anda ingin mendapatkan pekerjaan atau mencapai jenjang karier tertentu? Apakah Anda orang-orang tertentu yang ingin Anda kenal dengan lebih baik? Atau mungkin Anda ingin membentuk tim olahraga di sekolah? Apa pun tujuan Anda, menuliskannya di atas kertas bisa membuat Anda lebih menyadari keberadaannya, daripada hanya mengkhayalkannya dalam pikiran Anda.
  • Buatlah daftar langkah demi langkah yang bisa Anda lakukan untuk mulai mencapai tujuan ini. Sediakanlah waktu dalam jadwal Anda untuk melakukan langkah-langkah tersebut.

2. Pisahkan tujuan yang Anda tentukan sendiri dari tujuan yang ditentukan oleh orang lain. 

Mencari saran dari orang lain saat menentukan tujuan Anda adalah hal yang bagus. Tetapi, Anda perlu memastikan tujuan tersebut sejalan dengan keinginan Anda sendiri. Jadwal harian Anda mungkin saja masih berisi dengan kewajiban-kewajiban yang tidak sejalan dengan tujuan Anda.
-Sebagai contoh, apakah orang tua ingin Anda memilih karier tertentu, seperti menjadi pengacara atau dokter? Walaupun keinginan orang tua yang demikian sering kali berkaitan dengan harapan agar anaknya hidup bahagia dan sukses, pilihan karier ini mungkin bukanlah sesuatu yang akan membuat anaknya bahagia dan puas dengan hidupnya. Memberitahukan bahwa keinginan mereka mungkin menghambat kemandirian Anda bisa menjadi langkah pertama yang penting agar Anda lebih nyaman menentukan jalan hidup Anda sendiri. Pilihan terburuk dalam hidup adalah menjalaninya sesuai dengan keinginan orang lain, dan tidak pernah mencari tahu apa yang sebenarnya membuat Anda bahagia.
  • Saat menentukan tujuan jangka panjang Anda sendiri, carilah cara agar tujuan ini sesuai dengan apa yang diharapkan orang lain terhadap diri Anda. Anda mungkin tidak bisa menghindari seluruh tanggung jawab dan harapan orang lain. Tetapi, Anda bisa mulai menjadwalkan waktu agar lebih fokus mengejar tujuan Anda sendiri.

3. Utamakan hal yang harus dikerjakan. 

Ada beberapa hal dalam daftar kewajiban Anda yang harus dikerjakan segera. Sementara tugas-tugas lainnya bisa ditunda. Saat Anda menata alur kegiatan sehari-hari Anda, sisihkan waktu untuk sebagian besar tugas yang harus segera dikerjakan. 
  • Anda mungkin punya beberapa tugas yang sama setiap hari, sementara lainnya hanya perlu dikerjakan sesekali. Sesuaikan jadwal Anda agar bisa menyelesaikan tugas yang hanya perlu dikerjakan sesekali tersebut. Anda bahkan bisa merencanakannya dalam jadwal harian Anda. Sisihkan waktu dalam sehari sebagai waktu "fleksibel". Waktu tersebut bisa Anda gunakan untuk menyelesaikan tugas-tugas mendadak. Dan jika tidak ada tugas mendadak yang harus Anda kerjakan hari itu, Anda bisa menggunakannya dalam kegiatan yang menunjang tujuan jangka panjang pribadi Anda, seperti latihan di pusat kebugaran atau bermain gitar.

Tips Ketiga: Menuliskan Jadwal Anda

1. Carilah media terbaik untuk mencatat jadwal Anda. 

Mencatatkan jadwal Anda adalah salah satu cara terbaik agar Anda dapat mengikutinya. Jika Anda bisa melihat jadwal Anda dengan mudah, Anda akan terbiasa untuk memeriksanya secara teratur. Carilah cara yang paling cocok untuk Anda. Kemudian, Anda bisa memeriksa jadwal tersebut jika perlu mengingat kembali tugas apa yang harus Anda kerjakan selanjutnya. 
  • Beberapa orang lebih suka menuliskan jadwal di dalam buku agenda. Sementara yang lain lebih suka mencatatnya dalam laptop atau tablet. Ada banyak aplikasi yang bisa Anda gunakan untuk membuat jadwal di perangkat seluler.
  • Jika Anda menggunakan komputer atau ponsel untuk mencatat jadwal, Anda bisa menyalakan alarm untuk mengingatkan Anda saat harus mengerjakan sesuatu yang penting. 

2. Atur waktu Anda dalam rentang 30 menit. 

Saat Anda mulai merencanakan jadwal, bagilah waktu satu hari Anda ke dalam rentang 30 menit. Rentang waktu ini dapat dikelola untuk memenuhi tugas tertentu. Sehingga Anda tidak harus merancang jadwal Anda hingga setiap menitnya. 

3. Pertama-tama, masukkanlah kegiatan yang diperlukan ke dalam jadwal. 

Anda mempunyai kewajiban tertentu yang harus dipenuhi pada waktu tertentu sepanjang hari. Misalnya, Anda harus mengantar anak-anak ke sekolah pada pukul 8 pagi, kemudian Anda harus menjemputnya pada pukul 3 sore. Masukkan kegiatan seperti ini ke dalam jadwal Anda terlebih dahulu. 

4. Masukkan waktu "fleksibel". 

Setelah kewajiban Anda masuk ke dalam jadwal, carilah waktu-waktu saat Anda tidak harus mengerjakan tugas tertentu. Anda bisa mengelompokkan waktu seperti ini sebagai waktu "fleksibel". Sekarang, perhatikan tujuan jangka panjang Anda dan mulailah memasukkan kegiatan pendukungnya ke dalam jadwal Anda.
  • Waktu fleksibel juga bisa digunakan untuk mengerjakan tugas-tugas mendadak dan kegiatan lain yang tiba-tiba diperlukan. 

5. Sering periksa jadwal Anda. 

Saat Anda masih menyesuaikan diri dengan jadwal keseharian, Anda sebaiknya sering memeriksanya. Hal ini akan membantu Anda untuk mengingat kegiatan yang Anda rencanakan, sekaligus agar Anda tidak lupa waktu saat mengerjakan salah satu tugas atau kegiatan.

6. Sesuaikan jadwal Anda dengan kebutuhan. 

Saat mengikuti jadwal Anda setiap hari, periksalah kesesuaiannya dengan tugas dan kegiatan Anda. Buatlah beberapa penyesuaian berdasarkan pada waktu yang Anda habiskan untuk mengerjakan beragam tugas.
  • Pastikan untuk menyertakan tujuan jangka panjang sehingga Anda bisa mencapainya.

Tips Keempat: Meluangkan Waktu Untuk Diri Sendiri


1. Carilah cara untuk merawat diri. 

Menjadwalkan waktu tidak hanya penting bagi produktivitas dan pemenuhan kewajiban sosial Anda. Jadwal ini juga diperlukan untuk menjaga Anda tetap sehat dan bahagia. Para peneliti menemukan, sebagai contoh, bahwa mahasiswa yang meluangkan waktu untuk merawat diri lebih mampu mengendalikan stres dan lebih berhasil dalam mencapai tujuan mereka.
  • Perawatan diri berbeda bagi setiap orang. Bisa saja meliputi meditasi, tidur siang, bermain gim video, menghubungi teman, atau kegiatan lainnya. Carilah kegiatan mana yang paling membahagiakan dan/atau mengurangi stres Anda.

2. Sediakanlah waktu dalam jadwal untuk merawat diri Anda. 

Tentukan waktu khusus untuk merawat diri sendiri. Walaupun Anda mungkin memahami bahwa Anda membutuhkannya, mungkin Anda tidak akan meluangkan waktu khusus untuk merawat diri.
  • Jadwalkan perawatan pijat bulanan, atau luangkan waktu untuk bermain gim video 30 menit setiap hari. Meluangkan waktu untuk diri sendiri akan membuat Anda lebih mudah menghadapi banyak kewajiban yang tidak menyenangkan.

3. Hadiahi diri sendiri setelah berhasil menyelesaikan jadwal Anda. 

Pastikan untuk menghadiahi diri sendiri setelah berhasil menjalankan kegiatan sehari-hari berdasarkan pada jadwal yang Anda susun. Misalnya, sisipkanlah permen kesukaan Anda dalam kantung pakaian dan biarkanlah Anda menikmatinya saat berhasil menyelesaikan kegiatan dalam jadwal. Dorongan positif seperti ini bisa membantu Anda menghubungkan perubahan fungsional dalam perilaku Anda dengan hal yang menyenangkan.


Itulah tadi 4 tips yang bisa anda lakukan dalam menyusun jadwal harian anda. ingat bahwasanya kesuksesan itu dibangun setiap hari. so.. jangan biarkan waktu anda terbuang sia-sia walaupun itu hanya satu menit.




Jumat, 06 Mei 2016

REVIEW JURNAL PSIKOLOGI INTERNET

Jurnal Penelitian Psikologi
2013, Vol. 04, No. 02, 107-119
REVIEW JURNAL
TENTANG
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN SOSIALISASI DENGAN KECANDUAN JEJARING SOSIAL
           
Jurnal penelitian Psikologi ini membahas tentang penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan sosialisasi dengan kecanduan jejaring sosial pada remaja di Jombang. Latar belakang penelitian ini dilakukan karena Jejaring sosial memiliki dampak signifikan pada sosialisasi. Beberapa dari perubahan ini untuk lebih baik, beberapa lebih buruk.
Sejarah perkembangan Internet merupakan modus baru dalam pendistribusian informasi dan ilmu pengetahuan. Di zaman globalisasi saat ini perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) begitu cepat, apabila tidak bisa memanfaatkannya disebut orang yang ketinggalan zaman. Salah satu pemanfaatan TIK yang paling popular saat ini adalah internet.
Meluasnya jaringan internet menyebabkan internet menjadi salah satu media untuk meningkatkan produktifitas dalam bekerja, meningkatkan kemampuan, sebagai sumber pustaka tanpa batas dan bahkan menjadikan internet sebagai lahan bisnis yang menggiurkan. Intinya dari situs jejaring sosial adalah interaktifitas.
Sekitar 5-10 persen orang yang mengakses internet diyakini mengidap candu. Mayoritas adalah mereka yang keranjingan game online. Mereka bisa menghabiskan waktu untuk nge-game berjam-jam tanpa makan dan minum, bahkan cenderung mengabaikan aspek lain dari kehidupan mereka sendiri. Oleh karena itu Jejaring sosial memiliki dampak signifikan pada sosialisasi.
Pengguna yang mengalami kecanduan internet kerap memutus komunikasi dengan keluarga dan teman sebaya di dunia nyata. Hal pertama yang dilakukan saat setelah bangun tidur adalah hidupkan komputer dan segera online. Banyak yang menyadari, pengguna yang mengabaikan aktifitas sosial dan kegiatan waktu luangnya. Tapi tidak mampu keluar dari jeratan dunia virtual. Pengguna tidak bisa lagi mengendalikan konsumsinya akan internet.
Jadi, berdasarkan uraian di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah‚ Apakah ada hubungan antara kemampuan sosialisasi dengan kecanduan jejaring sosial?
Nurfajri (2012), Internet Addiction(kecanduan internet)adalah suatu gangguan psikofisiologis yang meliputi tolerance (penggunaan dalam jumlah yang sama akan menimbulkan respon minimal, jumlah harus ditambah agar dapat membangkitkan kesenangan dalam jumlah yang sama), whithdrawal symptoms(khususnya menimbulkan termor, kecemasan,dan perubahan mood), gangguan afeksi (depresi, sulit menyesuaikan diri),dan terganggunya kehidupan sosial (menurun atau hilang sama sekali, baik dari segi kualitas maupun kuantitas).
Menurut profesor Barnes (1954) Jaringan sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (umumnya adalah individu atau organisasi) yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dll.
Dengan berkembangnya teknologi yang kian maju, dan merasuknya internet pada lapisan masyarakat, berkembang pula situs-situs jejaring sosial di kalangan masyarakat luas kini sudah sangat menjamur di semua kalangan masyarakat. Namun penggunaan situs jejaring sosial ini juga mempunyai dampak yang baik dan buruk terhadap perkembangan psikologis pada anak tersebut.
Dampak positifnya berkat situs jejaring sosial ini kita jadi lebih mudah berinteraksi dengan pengguna-pengguna lain yang memanfaatkan situs jejaring sosial ini untuk memperluas pergaulan. Jejaring sosial terdapat pula sisi negative, yaitu kita banyak kehilangan waktu yang bermanfaat, Kebingungan antara Dunia maya dengan Dunia Nyata, Meniru kekerasan dalam game online, kegagalan akademik, menolak untuk melakukan hal yang lain, mengikuti gaya-gaya yang didapatkannya, stress jika tidak ada internet dan efek stress yang dibawa itu menimbulkan penyakit ini yaitu aktivitas otak dan tekanan darah meningkat karena terisolir dari internet.
Buhler (dalam Widyana, 2011) sosialisasi yaitu proses yang membentuk individu melalui belajar dan penyesuaian diri, bagaimana cara hidup serta bagaimana cara berpikir kelompoknya agar ia dapat berfungsi serta berperan dalam kelompoknya. Jadi, sosialisasi merupakan sebuah proses yang berlangsung sepanjang hidup manusia. Meskipun prosesnya berlangsung seumur hidup namun menurut Berger dan Luckmann sosialisasi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sosialisasi primer dan sekunder, (dalam Ruchayati 2012).
a.       Sosialisasi Primer
Sosialisasi primer adalah proses sosialisasi yang pertama dialami individu sewaktu kecil di lingkungan keluarga. Keluarga adalah media sosialisasi pertama sebelum anak mengenal dunia luar.
b.      Sosialisai Sekunder
Sosialisasi sekunder adalah merupakan tahap lanjutan setelah sosialisasi primer. Dalam tahap ini dikenal adanya proses desosialisasi, yaitu proses pencabutan identitas diri yang lama dan dilanjutkan resosialisasi. Resosialiasi  adalah pemberian identitas baru yang didapat melalui institusi sosial. 
Menurut Ruchayati (2012), ciri-ciri kemampuan bersosialisasi, antara lain :
a.       Pelakunya lebih dari 2 orang atau lebih
b.      Terjadinya komunikasi antara pelaku melalui kontak sosial
c.       Memiliki tujuan yang jelas
d.      Dilaksanakan melalui pola sistem sosial tertentu
Kecanduan juga diklasifikasikan menurut intensitas penggunaannya. Pratarelli dkk (1999), membagi penggunaan internet ke dalam empat model. Model pertama adalah ganguan perilaku berupa pengguaan internet secara berlebihan. Model kedua adalah penggunaan internet secara fungsional, produktif, dan bermakna. Model ketiga adalah penggunaan internet untuk mendapatkan kepuasan seksual dan atau mendapat keuntungan sosial. Pada model ketiga ini biasanya orang pemalu atau introvert menggunakan internet untuk bersosialisasi atau mengekspresikan fantasinya. Model yang terakhir adalah individu yang tidak atau hanya sedikit tertarik pada internet. Model pertama adalah yang biasa kecanduan disebut kecanduan internet.
Kecanduan Jejaring sosial adalah suatu kondisi kronis dalam sistem motivasi dalam perilaku mencari kesamaan sosialitas, mulai dari yang dikenal sehari-hari sampai dengan keluarga melalui internet. Jejaring sosial merupakan struktur sosial yang terdiri dari elemen-elemen individual atau organisasi. Jejaring ini menunjukkan jalan dimana mereka berhubungan karena kesamaan sosialitas, mulai dari mereka yang dikenal sehari-hari sampai dengan keluarga.
Pada umumnya, sosialisasi merupakan hasil dari interaksi dengan orang tua, para guru, dan teman-teman. Namun demikian, media massa, teknologi informasi dan lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya juga bertindak sebagai agen sosialisasi yang penting. Sosialisasi masyarakat merupakan suatu proses penanaman atau mempelajari nilai-nilai, norma-norma, dan kebiasaan yang ada pada suatu kelompok masyarakat tertentu. 
Metode Penelitian
Populasi penelitian ini adalah 65 Siswa-siswi MAN  Jombang. Berjenis laki-laki dan perempuan. Berusia 16-18 tahun. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Random Sampling. Pada random sampling, semua anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk dimasukkan ke dalam sampel.
Identifikasi Variabel-variabel Penelitian ini meliputi Variabel Tergantung nya adalah Kecanduan Jejaring Sosial. Sedangkan Variabel Bebas yaitu Kemampuan bersosialisasi.
Kecanduan Jejaring Sosial di ungkap dengan menggunakan teori Goldberg, ciri-ciri kecanduan jejaring sosial adalah
1.      Sering lupa waktu,
2.      Gejala menarik diri,
3.      Munculnya sebuah kebutuhan konstan untuk meningkatkan waktu yang dihabiskan,
4.      Kebutuhan akan peralatan komputer yang lebih baik dan aplikasi yang lebih banyak untuk dimiliki,
5.      Sering berkomentar, berbohong, rendahnya prestasi, menutup diri secara sosial, dan kelelahan. 
Dalam penelitian ini skala disusun dalam kalimat-kalimat pernyataan dan responden (subyek) diminta memberikan tanggapan dengan memberikan √ (check atau centang) pada jawaban yang sesuai dengan keadaan sebenarnya pada subyek. Pada pernyataan Favourablerespon Sangat Setuju di skor 4, Setuju di skor 3, Kurang Setuju di skor 2, Tidak Setuju di skor 1. Pada UnFavourable respon Sangat Setuju di skor 1, Setuju di skor 2, Kurang Setuju di skor 3, Tidak Setuju 4.
Pada tabel Skala Kecanduan Jejaring Sosial, Hasil uji validitas (kesahihan) didapatkan hasil bahwa dari 57 item yang diuji ada 49 item yang valid, sedangkan jumlah item yang gugur sebanyak 8. Adapun item-item yang tidak valid meliputi item nomor : 13, 15, 17, 25, 29, 35, 41, 45. Indeks validitas antara 0,226 s/d 0,739. Hasil uji reliabilitas (keandalan) didapatkan hasil rtt = 0,944 dengan p = 0,000 yang berarti cukup reliabel (cukup andal).
Kemampuan bersosialisasi diungkap mengacu pada pendapat Ruchayati, Ciri- ciri kemampuan Bersosialisasi, antara lain : (1) Pelakunya lebih dari 1 orang, (2), Terjadinya komunikasi antara pelaku melalui kontak sosial, (3) Memiliki tujuan yang jelas, (4) Dilaksanakan melalui pola sistem sosial tertentu. 
Pada tabel Skala Kemampuan Sosialisasi, Hasil uji validitas (kesahihan) didapatkan hasil bahwa dari 35 item yang diuji ada 28 item yang valid, sedangkan jumlah item yang gugur sebanyak 7. Adapun item-item yang gugur meliputi item nomor : 16, 20, 22, 23, 24, 26, 27. Indeks validitas antara 0,245 s/d 0,587. Hasil uji reliabilitas (keandalan) didapatkan hasil rtt = 0,868 dengan p = 0,000 yang berarti cukup reliabel (cukup andal).
Penelitian ini bertujuan untuk menguji signifikansi korelasi antara Kemampuan Sosialisasi dengan Kecanduan Jejaring Sosial. Hal ini berarti menguji signifikansi hubungan satu variabel bebas bergejala kontinum dengan satu variabel tergantung bergejala kontinum pula, maka model analisis statistik yang tepat untuk penelitian ini adalah Analisis Korelasi Product Moment.
Hasil dan pembahasan
Hasil penelitian berupa hasil analisis statistik Product Moment. Hasil analisis didapatkan bahwa r XY= -0,402 dengan p = 0,001 (p < 0,01) hal ini menunjukkan bahwa Ada korelasi negatif yang sangat signifikan antara Kemampuan Sosialisasi dengan Kecanduan Jejaring Sosial. Arah negatif artinya semakin tinggi Kemampuan Sosialisasi maka semakin rendah Kecanduan Jejaring Sosial jadi hipotesis diterima.
Dari hasil analisis data dengan menggunakan analisis statistik Product Moment menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara Kemampuan Sosialisasi dengan Kecanduan Jejaring Sosial. Hal ini menunjukkan bahwa remaja yang mempunyai tingkat kemampuan sosialisasi tinggi, maka semakin rendah Kecanduan Jejaring Sosial. Sehingga mudah baginya mengalihkan kegiatan bermain internet dengan berinteraksi sosial pada orang lain. Sebaliknya jika remaja mempunyai Kemampuan Sosialisasi rendah, maka semakin sering remaja menggunakan Jejaring Sosial, karena baginya banyak waktu kosong dan tidak adanya kegiatan membuat remaja itu mengisi waktunya yang kosong dengan bermain Jejaring Sosial sehingga Kemampuan sosialisasi terhadap masyarakat, keluarga, teman, dan lingkungan sekitar kurang.
Penelitian ini, sampai taraf tertentu mampu menyumbangkan bukti mengenai kriteria penting kecanduan jejaring sosial. Berdasarkan kriteria yang dikembangkan oleh Young (1996,1999), diperoleh delapan kriteria kecanduan internet. Menurut Beart dan Wolf (2001), setidaknya ada enam kriteria yang harus dimiliki agar seseorang dapat diklasifikasikan sebagai pecandu internet. Kriteria kecanduan internet yang dapat diuji di dalam penelitian ini adalah :
1.      Pikiran yang terpreokupasi internet
2.      Waktu penggunaan internet semakin bertambah demi pemenuhan kepuasan diri
3.      Pernah mencoba namun gagal untuk mengendalikan, mengurangi atau berhenti menggunakan internet
4.      Tidak tenang, moody, depresif, dan mudah teriritasi
5.      Aktivitas online melebihi waktu yang direncanakan  
6.      Mengalami masalah atau mempunyai resiko kehilangan hubungan pribadi, kehilangan pekerjaaan, kehilangan kesempatan pendidikan, dan kehilangan karir.
Pada penelitian ini dari hasil perhitungan Mean Hipotetik variabel Kemampuan Sosialisasi didapatkan MH = 70, SD = 14, sedangkan Mean Empiris didapatkan ME = 83,523 hal ini menunjukkan bahwa ME pada kategori tinggi. Artinya Kemampuan Sosialisasi remaja yang menjadi sampel penelitian tergolong pada tingkat tinggi.
Pada penelitian ini dari hasil perhitungan Mean Hipotetik variabel Kecanduan Jejaring Sosial didapatkan bahwa MH = 117,5 SD = 21,16, sedangkan Mean Empiris didapatkan ME = 97,308, hal ini menunjukkan bahwa ME kategori rendah. Artinya Kecanduan Jejaring Sosial remaja yang sampel penelitian termasuk dalam tingkat rendah. 
Kesimpulan
Jurnal penelitian Psikologi ini membahas tentang penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan sosialisasi dengan kecanduan jejaring sosial pada remaja di Jombang. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah “Ada hubungan antara kemampuan sosialisasi dengan kecanduan jejaring sosial”. Sampel berjumlah 65 orang remaja berusia 16-19 tahun yang berasal dari sekolah MAN  Jombang. Teknik sampling yang digunakan yaitu quota random sampling. Variabel bebas pada penelitian ini adalah Kemampuan sosialisasi, sedangkan variabel tergantungnya adalah Kecanduan Jejaring Sosial. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan negatif antara kemampuan sosialisasi dengan kecanduan jejaring sosial. Metode analisis statistik yang digunakan adalah teknik korelasi product moment dengan hasil sebagai berikut : rxy = -0,402 dengan 0,001 (p < 0,01) hal menunjukkan ada korelasi negatif yang sangat signifikan antara Kemampuan Sosialasi dengan kecanduan jejaring sosial jadi hipotesis diterima.
Dari analisis data yang diperoleh, maka dalam penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan yang sangat signifikan antara  kemampuan sosialisasi dengan kecanduan jejaring sosial. Sehingga remaja yang sosialisasinya rendah semakin sering menggunakan jejaring sosial karena itu sebagai pengalihan remaja dan dianggap sebagai hiburan bahkan rutinitas yang harus dilakukan tanpa ada yang terlewatkan. Kemampuan sosialisasi yang tinggi akan membuat remaja tidak sampai kecanduan jejaring sosial karena remaja akan lebih mementingkan sosialisasi secara nyata dari pada hanya didunia maya. 

Peran Mahasiswa Dalam Pembangunan Bangsa

Banyak kalangan yang memberikan persepsi berbeda mengenai pengertian mahasiswa. Ada yang mengatakan mahasiswa adalah agen perubahan, mahasiswa adalah kaum intelektual yang memiliki ilmu yang tinggi. Terlepas dari itu semua bagi saya mahasiswa itu adalah unit bagian dari masyarakat yang harus memberikan kebermanfaatan untuk masyarakat dengan berbagai karyanya. Mahasiswa lahir dari masyarakat dan sudah sepatutnya mahasiswa berperan aktif di dalam membela kepentingan masyarakat untuk kemajuan bangsa ini.

Mahasiswa tidak sepatutnya hanya sekadar menuntut ilmu dan mencari IP setinggi-tingginya tetapi melupakan perannya yang signifikan dalam membangun bangsa ini. Aktivitas yang dilakukan mahasiswa seyogyanya tidak hanya belajar memahami mata kuliah yang diajarkan dosen dan mengerjakan tugas kuliah tetapi mahasiswa harus berkontribusi nyata dalam membela kebutuhan rakyat. Karena mahasiswa adalah salah satu unsur terpenting dalam pembangunan bangsa. Peranan mahasiswa menjadi sangat penting karena mahasiswa adalah kelompok yang idealis yang terlepas dari pengaruh pihak manapun. Idealisme yang dimiliki mahasiswa membuatnya semangat melakukan perjuangan terhadap kebenaran yang dia yakini. Mahasiswa tidak pantang menyerah dan tidak takut terhadap apapun termasuk presiden sekalipun di dalam menyampaikan aspirasi yang mereka miliki. Pandangan, pemikiran dan sikap mahasiswa inilah yang dibutuhkan dalam mewujudkan Indonesia yang progresif.

Secara garis besar menurut saya ada empat peran yang harus dipikul oleh mahasiwa. Keempat peran ini adalah peran yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh mahasiswa. Keempat peran itu, adalah:
  1. Agent of change
Mahasiswa berperan di dalam melakukan perubahan terhadap kondisi bangsa. Saat ini bangsa kita sedang mengalami kondisi terpuruk. Dari segi ekonomi kita melihat masih banyak rakyat Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan. Kesenjangan antara si Kaya dan si Miskin sangat jelas sekali terlihat. Yang kaya sibuk memperkaya diri sendiri sementara yang miskin harus berjuang keras untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka. Dari segi politik, kita melihat banyak pejabat yang melakukan korupsi. Mereka sibuk untuk memperkaya diri sendiri dan melupakan amanahnya untuk mensejahterakan rakyat. Bagaimana ingin menyejahterakan rakyat sementara uang rakyat saja mereka curi. Sungguh ironi memang Indonesia merupakan negara yang kaya dengan sumber daya alam yang dimilikinya tetapi untuk mensejahterakan kehidupan rakyat saja, negara ini belum mampu untuk melakukannya. Untuk itu mahasiswa sebagai agent of change diharapkan dapat membuat perubahan terhadap bangsa ini.
  1. Iron Stock
Iron stock merupakan peranan mahasiswa yang tidak kalah penting, dengan idealisme yang dimilikinya membuat mahasiswa menjadi tangguh untuk menggantikan generasi-generasi sebelumnya. Mahasiwa adalah aset yang penting di dalam melakukan pergerakan dan perubahan. Tentunya di dalam menjalankan peran ini mahasiswa harus memiliki skill yang di dapat dari pengalaman organisasi di kampus dan mahasiswa harus memiliki akhlak mulia agar ilmu yang ia dapat dapat dipergunakan untuk melakukan hal-hal yang baik.
  1. Social control
Mahasiswa berperan dalam melakukan kontrol ketika melihat adanya gejala yang tidak beres di tengah-tengah masyarakat. Mahasiswa yang akan mengontrol perilaku pemerintah yang bertentangan dengan Undang-undang dan merugikan masyarakat. Kontrol yang dilakukan oleh mahasiswa bisa saja dalam bentuk demonstrasi. Selama ini orang berpandangan negatif terhadap mahasiswa yang melakukan demo. Padahal demo yang dilakukan oleh mahasiswa itu hanya semata-mata untuk membela kepentingan rakyat. Siapa lagi yang akan membela dan menjadi garda terdepan dalam pergerakan untuk rakyat kalau bukan mahasiswa yang notabene juga berasal dari rakyat. Tentunya demo yang dilakukan oleh mahasiswa harus mengindahkan norma-norma yang ada sehingga demo dapat berjalan dengan tertib dan damai. Selain dengan demonstrasi, mahasiswa juga dapat melakukan kontrol sosialnya dengan jalan diskusi dan melakukan kajian. Namun cara seperti apa yang tepat untuk melakukan kontrol sosial, itu dikembalikan kepada diri masing-masing mahasiswa.
  1. Moral Force
Mahasiswa dituntut untuk memiliki akhlak yang baik, karena mahasiswa berperan sebagai teladan di tengah-tengah masyarakat. Segala tingkah laku mahasiswa akan diamati dan dinilai oleh masyarakat. Untuk itu mahasiswa harus pandai menempatkan diri dan hidup berdampingan di tengah-tengah masyarakat.
Itulah keempat peran yang ideal dan seyogyanya harus dilakukan oleh mahasiswa. Implementasi dari peran tersebut dapat terwujud apabila mahasiswa memahami dan menjalani nilai-nilai yang terkandung di dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu: pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Pendidikan diperlukan agar mahasiswa memiliki intelektual dan wawasan yang luas sehingga membantu di dalam proses berpikir untuk mencari solusi terhadap berbagai persoalan. Penelitian diperlukan untuk menghasilkan sebuah karya yang berguna bagi masyarakat dengan landasan research agar karya tersebut tepat sasaran. Pengabdian masyarakat diperlukan agar ilmu yang didapat oleh mahasiswa tidak disimpan untuk dirinya sendiri tetapi berusaha agar masyarakat juga merasakan manfaat dari ilmu yang dimiliki oleh mahasiswa.
Betapa pentingnya peran mahasiswa untuk membangun bangsa ini ke arah yang lebih baik. Untuk itu kita sebagai mahasiswa diharapkan tidak hanya sekedar belajar mencari IP setinggi-tingginya namun kita juga harus berkontribusi nyata di tengah-tengah masyarakat. Karena mahasiswa adalah salah satu unsur terpenting dalam pembangunan bangsa.


Kamis, 05 Mei 2016

Novel Bumi Manusia (Pramoedya Ananta Toer)





Novel yang wajib dibaca orang Indonesia saya rasa. Sebagai jendela ke masa saat negara ini sedang dalam tawanan bangsa lain. Katanya sih, kita akan terlihat pintar kalau pegang buku ini...hahahhaha. Bumi Manusia ini sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa serta memenangkan beberapa penghargaan di dalam maupun luar negeri. Sempat menjadi buku terlarang di masa orde baru, dan tahun ini 2015...sangat susah mendapatkannya kecuali buku bekas.

Identitas buku
Judul: Bumi Manusia
Penulis: Pramoedya Ananta Toer
Penerbit: Lentera
Tahun terbit: 2005, original; 1975
Jumlah halaman: 535

Sinopsis
Roman Tetralogi Buru mengambil latar belakang dan cikal bakal nation Indonesia di awal abad ke-20. Dengan membacanya waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasional mula-mula, juga pertautan rasa, kegamangan jiwa, percintaan, dan pertarungan kekuatan anonim para srikandi yang mengawal penyemaian bangunan nasional yang kemudian kelak melahirkan Indonesia modern.

Roman bagian pertama; Bumi Manusia, sebagai periode penyemaian dan kegelisahan dimana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adalah manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaannya menuju manusia yang bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke-Eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban.

Pram menggambarkan sebuah adegan antara Minke dengan ayahnya yang sangat sentimentil: Aku mengangkat sembah sebagaimana biasa aku lihat dilakukan punggawa terhadap kakekku dan nenekku dan orangtuaku, waktu lebaran. Dan yang sekarang tak juga kuturunkan sebelum Bupati itu duduk enak di tempatnya. Dalam mengangkat sembah serasa hilang seluruh ilmu dan pengetahuan yang kupelajari tahun demi tahun belakangan ini. Hilang indahnya dunia sebagaimana dijanjikan oleh kemajuan ilmu .... Sembah pengagungan pada leluhur dan pembesar melalui perendahan dan penghinaan diri! Sampai sedatar tanah kalau mungkin! Uh, anak-cucuku tak kurelakan menjalani kehinaan ini.

"Kita kalah, Ma," bisikku.

"Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya."

Review
Saya yang tumbuh di tahun 90an dan membaca buku ini di tahun 2015, sangat tercengang dengan kondisi Indonesia saat itu. Tentang wanita yang bisa seenaknya diambil sebagai gundik (istri tanpa ikatan apapun), tentang pendidikan formal yang hanya bisa dinikmati orang Eropa, Indo, atau pribumi kaya raya.l, dan yang lebih mengenaskan adalah...tentang jaminan hukum yang sama sekali tidak ada. Bagaimana seorang pribumi warga Indonesia pernikahannya dianggap tidak sah? Ya..karena belum ada pencatatan sipil seperti sekarang. Bagaimana seorang pribumi warga Indonesia yang dianggap melanggar hukum Belanda? Karena di Indonesia tidak ada hukum yang ditetapkan. 

Jendela ke masa lalu. Kita harus tahu kondisi negara kita saat itu. Buku di sekolah tak cukup, ya..benar..tak cukup.

Bahasa yang digunakan masih bahasa waktu itu. Tidak susah memahami alur ceritanya, hanya pembaca harus konsentrasi. 
Ini tetralogi, jadi ada 4 buku ya. Bumi Manusia adalah seri pertamanya. Tetralogi Buru. Kenapa disebut begitu? Pram menuliskan ini dalam masa pengasingan di pulau Buru.



The Shawshank Redemption; Film terbaik sepanjang masa

http://brainprick.com/six-life-lessons-to-learn-from-the-shawshank-redemption/

Harus saya akui saya sangat terlambat menyaksikan The Shawshank Redemption. Film ini menduduki peringkat pertama dari 250 film terbaik sepanjang masa versi IMDB. Setelah menyaksikan film ini, saya sendiri tidak ragu untuk menilai bahwa film ini betul-betul sangat baik. Dari film ini kita dapat mengambil banyak hal seperti tentang persahabatan, harapan, ketakutan, penderitaan, hukuman, dan kebebasan
. 
Film ini rilis pada tahun 1994. (umur saya masih 6 tahun tuh), berlatar awal tahun 1947 bercerita dari sisi Red, seorang tahanan kulit hitam dengan vonis  50 tahun penjara di shawshank karena kasus pembunuhan. Namun cerita sesungguhnya bukanlah tentang dia. tapi tentang Andy, seorang Bankir muda cerdas yang dituduh melakukan pembunuhan terhadap istrinya dan selingkuhan istrinya sehingga ia divonis 2 kali penjara seumur hidup. Dari awal Andy memang langsung menarik perhatian Red, meski kemudian tak menyangka bahwa ternyata Andy jauh lebih kuat dan lebih cerdas dari apa yang dibayangkannya. Singkat cerita merekapun bersahabat.

Kehidupan dalam penjara memang kejam, bagaimana mereka harus menghadapi sipir penjara yang suka menganiaya tahanan bahkan hingga tewas, atau bagaimana perjuangan Andy menghadapi hari hari beratnya karena harus melayani kaum homoseksual yang ada di sana. seberat apapun itu, Andy masih bisa bertahan karena satu hal, Harapan.

Ya, dibalik semua sifat diamnya, Andy seperti menyimpan suatu rencana.

Hidup memang selalu berputar, ketika tak sengaja menguping pembicaraan kepala sipir yang sedang curhat masalah pajak kepada teman temannya, Andy memberanikan diri menawarkan jasa mengatur keuangan kepada kepala sipir itu, dengan hanya meminta upah berupa bir untuk teman-temannya.
Tak lama setelah itu, nama Andy menjadi sangat populer di Shawshank. Ia menjadi penasehat keuangan bagi para petugas di sana, bahkan sang Kepala penjara pun ikut meminta bantuannya.

Dengan kecerdasannya, Andy bahkan dipercaya untuk mengelola perpustakaan penjara karena sang pengelola sebelumnya sebentar lagi akan dibebaskan. Dalam waktu yang cukup singkat, Andy bahkan bisa mengubah perpustakaan itu menjadi perpustakaan penjara terbaik di new england.

Saat saat itu memang Andy berada di atas. Tapi sekali lagi, hidup memang selalu berputar..

Andy, sudah terlalu jauh masuk ke dalam permainan finansial di penjara itu. Sang kepala penjara memanfaatkan Andy untuk melakukan berbagai penyelewengan keuangan. Andy tak dapat berbuat apa apa selain mengikuti semua perintahnya.

Berawal dari masuknya seorang tahanan baru yang ternyata bisa menjadi saksi kunci untuk membuktikan bahwa Andy tidak bersalah, Andy mencoba berbicara dengan kepala penjara agar kasusnya dibuka lagi dan dirinya bisa dibebaskan. Tapi kepala penjara sudah terlanjur "sayang" kepada Andy. ia juga takut apabila Andy bebas nanti ia akan membongkar semua skandal korupsinya. Tentu saja ia tak ingin Andy bebas. Alhasil ia malah menjatuhi hukuman isolasi kepada Andy selama 1 bulan dan tahanan baru yang bisa menjadi saksi itu dibunuh.

Red, sang narator film ini ataupun juga sahabat Andy adalah seorang tahanan penyuplai barang barang ilegal kepada para tahanan lainnya. di awal film Andy memintanya untuk menyediakan sebuah poster artis wanita dan palu kecil untuk memahat batu batu agar ia bisa menyalurkan hobinya. Ia tak pernah menyangka, poster dan palu sekecil itu bisa membantunya untuk kabur dari penjara.

yah,,, Andy akhirnya kabur dan kemudian membongkar semua permainan dalam penjara Shawshank.
Revolusi besar-besaran, akhirnya Red bisa dibebaskan bersyarat.

Penjara, sebuah tempat yang terdengar sangat menakutkan bagi hampir semua orang. Tapi bagi sebagian orang lainnya, terutama para tahanan yang sudah berpuluh puluh tahun tinggal di sana penjara sudah menjadi rumah mereka. Seperti halnya Red, dan juga Brooks sang penjaga perpustakaan sebelum Andy. Ketika dibebaskan setalah 50 tahun dalam penjara Brooks merasa sangat asing dengan dunia luar, ia ketakutan.. ia tak sanggup menghadapi kehidupan baru yang begitu asing baginya. tak lama, ia ditemukan gantung diri.

Red juga mengalami masalah psikologis seperti itu ketika ia dibebaskan. namun ia teringat pesan Andy tentang harapan dan tentang makna hidup. Maka dari itu ia tidak ingin mengakhiri hidup seperti brooks. Ia juga berjanji kepada Andy untuk pergi ke suatu tempat. dan itulah yang akan dilakukannya untuk lebih memaknai hidup, untuk lebih menikmati kebebasan yang sebenarnya.

***

Jujur, saya bingung bagaimana mengisahkan jalan cerita film ini. Film ini terlalu padat, terlalu banyak cerita dan pesan moral yang terkandung di dalamnya, yang tidak akan cukup semuanya jika aku tuliskan di entriku yang singkat ini.

namun ada pesan yang paling mencolok dan paling berkesan dalam diri saya yaitu mengenai harapan. Harapanlah yang membuat Andy bertahan hidup setelah ia divonis penjara seumur hidup untuk apa yang tidak pernah ia lakukan. Harapanlah yang membuat Andy dapat berbuat banyak hal di penjara seperti terus-menerus mengirimi surat permohonan dana ke parlemen untuk mengelola perpustakaan penjara yang ia lakukan selama bertahun-tahun dan akhirnya ia berhasil. Tentu saja, seperti yang dikatakan Red, harapan bisa jadi sangat berbahaya. Harapan bisa membuat orang tidak bisa menerima keadaan yang sebenarnya. Tetapi bagi saya, harapan bukanlah mimpi. Memiliki harapan dalam hidup tidak sama dengan hidup dalam mimpi. Orang yang hidup dalam mimpi hanya menunggu kapan mimpinya akan terwujud. Ia menunggu tanpa usaha. Di sisi lain, harapan memotivasi orang untuk terus berusaha. Dengan harapan ia tahu bahwa usaha yang ia lakukan bukanlah kesia-siaan belaka. Jadi, jika mimpi menjauhkan kita dari kehidupan sebenarnya, harapan justru memberi arti pada apa yang sedang kita hidupi.




Pengaruh Buruk Nonton TV pada Anak-anak

Pengaruh media terhadap anak makin besar, teknologi semakin canggih ; intensitasnya semakin tinggi. Padahal orangtua tidak punya waktu yang cukup untuk memerhatikan, mendampingi
; mengawasi anak. Anak lebih banyak menghabiskan waktu menonton TV ketimbang melakukan hal lainnya.

Dalam seminggu anak menonton TV sekitar 170 jam. Apa yang mereka pelajari selama itu? Mereka akan belajar bahwa kekerasan itu menyelesaikan masalah. Mereka juga belajar untuk duduk di rumah dan menonton, bukannya bermain di luar dan berolahraga. Hal ini menjauhkan mereka dari pelajaran-pelajaran hidup yang penting, seperti bagaimana cara berinteraksi dengan teman sebaya, belajar cara berkompromi dan berbagi di dunia yang penuh dengan orang lain.

Faktanya:
  • Anak merupakan kelompok pemirsa yang paling rawan terhadap dampak negatif siaran TV.
  • Data th 2002 mengenai jumlah jam menonton TV pada anak di Indonesia adalah sekitar 30-35 jam / minggu atau 1.560-1.820 jam /  tahun . Angka ini jauh lebih besar dibanding jam belajar di sekolah dasar yang tidak sampai 1.000 jam/tahun.
  • Tidak semua acara TV aman untuk anak. Bahkan, “Kidia” mencatat bahwa pada 2004 acara untuk anak yang aman hanya sekira 15% saja. Oleh karena itu harus betul-betul diseleksi.
  • Saat ini jumlah acara TV untuk anak usia prasekolah dan sekolah dasar per minggu sekitar 80 judul ditayangkan dalam 300 kali penayangan selama 170 jam. Padahal dalam seminggu ada 24 jam x 7 = 168 jam! Jadi, selain sudah sangat berlebihan, acara untuk anak juga banyak yang tidak aman.
  • Acara TV bisa dikelompokkan dalam 3 kategori: Aman, Hati-hati, dan Tidak Aman untuk anak.
  • Acara yang ‘Aman’: tidak banyak mengandung adegan kekerasan, seks, dan mistis. Acara ini aman karena kekuatan ceritanya yang sederhana dan mudah dipahami. Anak-anak boleh menonton tanpa didampingi.
  • Acara yang ‘Hati-hati’: isi acara mengandung kekerasan, seks dan mistis namun tidak berlebihan. Tema cerita dan jalan cerita mungkin agak kurang cocok untuk anak usia SD sehingga harus didampingi ketika menonton.
  • Acara yang “Tidak Aman”: isi acara banyak mengandung adegan kekerasan, seks, dan mistis yang berlebihan dan terbuka. Daya tarik yang utama ada pada adegan-adegan tersebut. Sebaiknya anak-anak tidak menonton acara ini.


Kenapa Kita Harus Mengurangi Menonton TV?
  • Berpengaruh terhadap perkembangan otak
Terhadap perkembangan otak anak usia 0-3 tahun dapat menimbulkan gangguan perkembangan bicara, menghambat kemampuan membaca-verbal maupun pemahaman. Juga, menghambat kemampuan anak dalam mengekspresikan pikiran melalui tulisan, meningkatkan agresivitas dan kekerasan dalam usia 5-10 tahun, serta tidak mampu membedakan antara realitas dan khayalan.
  • Mendorong anak menjadi konsumtif
Anak-anak merupakan target pengiklan yang utama sehingga mendorong mereka menjadi konsumtif.
  • Berpengaruh terhadap Sikap
Anak yang banyak menonton TV namun belum memiliki daya kritis yang tinggi, besar kemungkinan terpengaruh oleh apa yang ditampilkan di televisi. Mereka bisa jadi berpikir bahwa semua orang dalam kelompok tertentu mempunyai sifat yang sama dengan orang di layar televisi. Hal ini akan mempengaruhi sikap mereka dan dapat terbawa hingga mereka dewasa.
  • Mengurangi semangat belajar
Bahasa televisi simpel, memikat, dan membuat ketagihan sehingga sangat mungkin anak menjadi malas belajar.
  • Membentuk pola pikir sederhana
Terlalu sering menonton TV dan tidak pernah membaca menyebabkan anak akan memiliki pola pikir sederhana, kurang kritis, linier atau searah dan pada akhirnya akan mempengaruhi imajinasi, intelektualitas, kreativitas dan perkembangan kognitifnya.

  • Mengurangi konsentrasi
Rentang waktu konsentrasi anak hanya sekitar 7 menit, persis seperti acara dari iklan ke iklan, akan dapat membatasi daya konsentrasi anak.

  • Mengurangi kreativitas
Dengan adanya TV, anak-anak jadi kurang bermain, mereka menjadi manusia-manusia yang individualistis dan sendiri. Setiap kali mereka merasa bosan, mereka tinggal memencet remote control dan langsung menemukan hiburan. Sehingga waktu liburan, seperti akhir pekan atau libur sekolah, biasanya kebanyakan diisi dengan menonton TV. Mereka seakan-akan tidak punya pilihan lain karena tidak dibiasakan untuk mencari aktivitas lain yang menyenangkan. Ini membuat anak tidak kreatif.

  • Meningkatkan kemungkinan obesitas (kegemukan)
Kita biasanya tidak berolahraga dengan cukup karena kita biasa menggunakan waktu senggang untuk menonton TV, padahal TV membentuk pola hidup yang tidak sehat. Penelitian membuktikan bahwa lebih banyak anak menonton TV, lebih banyak mereka mengemil di antara waktu makan, mengonsumsi makanan yang diiklankan di TV dan cenderung mempengaruhi orangtua mereka untuk membeli makanan-makanan tersebut.

Anak-anak yang tidak mematikan TV sehingga jadi kurang bergerak beresiko untuk tidak pernah bisa memenuhi potensi mereka secara penuh. Selain itu, duduk berjam-jam di depan layar membuat tubuh tidak banyak bergerak dan menurunkan metabolisme, sehingga lemak bertumpuk, tidak terbakar dan akhirnya menimbulkan kegemukan.

  • Merenggangkan hubungan antar anggota keluarga
Kebanyakan anak kita menonton TV lebih dari 4 jam sehari sehingga waktu untuk bercengkrama bersama keluarga biasanya ‘terpotong’ atau terkalahkan dengan TV. 40% keluarga menonton TV sambil menyantap makan malam, yang seharusnya menjadi ajang ’berbagi cerita’ antar anggota keluarga. Sehingga bila ada waktu dengan keluarga pun, kita menghabiskannya dengan mendiskusikan apa yang kita tonton di TV. Rata-rata, TV dalam rumah hidup selama 7 jam 40 menit. Yang lebih memprihatinkan adalah terkadang masing-masing anggota keluarga menonton acara yang berbeda di ruangan rumah yang berbeda.

  • Matang secara seksual lebih cepat
Banyak sekali sekarang tontonan dengan adegan seksual ditayangkan pada waktu anak menonton TV sehingga anak mau tidak mau menyaksikan hal-hal yang tidak pantas baginya. Dengan gizi yang bagus dan rangsangan TV yang tidak pantas untuk usia anak, anak menjadi balig atau matang secara seksual lebih cepat dari seharusnya. Dan sayangnya, dengan rasa ingin tahu anak yang tinggi, mereka memiliki kecenderungan meniru dan mencoba melakukan apa yang mereka lihat. Akibatnya seperti yang sering kita lihat sekarang ini, anak menjadi pelaku dan sekaligus korban perilaku-perilaku seksual. Persaingan bisnis semakin ketat antar Media, sehingga mereka sering mengabaikan tanggung jawab sosial, moral & etika.

Jadi, Siapa yang Seharusnya Mengurangi Menonton TV?

Semua dan setiap orang. Karena akibat buruk yang diberikan oleh TV tidak terbatas oleh usia, tingkat pendidikan, status sosial, keturunan dan suku bangsa. Semua lapisan masyarakat dapat terpengaruh dampak buruk dari TV, orangtua, anak-anak, si kaya ataupun si miskin, si pintar dan si bodoh, mereka dari latar belakang apa saja, tetap terkena dampak yang sama. Seharusnya instansi pemerintah, instansi pendidikan, instansi agama, keluarga dan individu semua bersama-sama mendukung program ‘Hari Tanpa TV’ ini, untuk membangun bangsa yang lebih baik.

Pertimbangkan Hidup tanpa TV

Dengan banyaknya bukti betapa TV bisa memberikan beragam dampak buruk, banyak keluarga sekarang membuat rumah mereka bebas-TV. Sangat penting untuk anak mempunyai kesempatan mempelajari dan mengalami langsung pengalaman hidup sehingga mereka dapat mengembangkan keterampilan yang mereka butuhkan untuk sukses di masa yang akan datang. Kalau menurut Anda hidup tanpa TV itu masih terlalu sulit, maka perlahan batasi dan awasi dengan seksama tontonan anak Anda sepanjang tahun.

Mau melihat generasi anak yang lebih sehat? Keluarga yang lebih dekat? Masyarakat yang lebih madani? Matikan TV. Hal yang mungkin kecil tapi akan berdampak besar!

Bantu kami untuk menyebarkan bahaya TV kepada masyarakat, dengan meningkatkan kewaspadaan publik, membantu orang untuk menikmati hidup tanpa TV, membantu mereka melakukan aktivitas yang bebas-TV, dan menawarkan tips-tips sederhana tentang cara melakukannya, kita akan membantu jutaan anak untuk mematikan TV dan menyadari bahwa hidup tanpa TV itu lebih menyenangkan dan menenangkan.

Dengan mematikan TV, kita jadi punya waktu untuk keluarga, teman, dan untuk kita sendiri.

Apa Manfaat HARI TANPA TV?

Dengan TV dalam keadaan mati, kita jadi memiliki kesempatan untuk berpikir, membaca, berkreasi dan melakukan sesuatu. Untuk menjalin hubungan yang lebih menyenangkan dalam keluarga dan masyarakat. Mengurangi waktu menonton TV membuat kita mempunyai lebih banyak waktu untuk bermain di luar, berjalan-jalan atau melakukan olahraga yang kita senangi.

Bagaimana Caranya?
Pergi ke perpustakaan atau ke toko buku terdekat, Bercocok tanam, Bermain, Menulis surat, Jalan-jalan, Berenang, Bersepeda, Mendengarkan radio atau membaca koran, Memasak bersama ibu, Bikin lomba antar RT, Berolahraga, Bakti sosial, Rapikan rumah dan halaman, Ambil les, Bercengkrama dengan keluarga, Belajar, Mengerjakan keterampilan tangan, Ke kebun binatang atau musium, Dan lain-lain...

Tidak punya waktu? Matikan saja TV-nya dulu. Mengurangi waktu menonton TV memang terkesan susah pada awalnya, tapi ternyata toh ada ribuan hal lain yang menarik untuk dilakukan, bukan?

Tips cara mematikan TV:
Pindahkan TV ke tempat yang tidak begitu ‘mencolok’. Matikan TV pada waktu makan. Tentukan hari-hari apa saja dalam seminggu yang akan dilalui tanpa TV. Jangan gunakan kesempatan menonton TV sebagai hadiah. Berhenti berlangganan channel tambahan (cable, dll) dan gunakan uangnya untuk membeli hal-hal   yang berguna lainnya, seperti buku. Pindahkan TV dari kamar anak Anda.Sembunyikan remote controlnya.Tidak ada TV di hari sekolah.

Jangan terlalu khawatir bila anak mengaku bosan, karena kebosanan itu lama-lama akan menghilang dan biasanya justru menciptakan kreativitas. Karena anak banyak dipengaruhi dengan yang dilakukan orangtua mereka, adalah sangat penting untuk memperhatikan bahwa usaha apa saja, seperti lebih banyak berolahraga, mengonsumsi makanan yang lebih bergizi atau menonton TV lebih sedikit, dilakukan sebagai ‘acara keluarga’ sehingga mematikan TV adalah usaha yang dilakukan oleh setiap anggota keluarga untuk menyisihkan waktu bercengkrama bersama.

Sumber: ikatan dokter anak indonesia